Apakah OCD Itu
OCD (obsessive compulsive disorder) yang kita maksud kali ini bukanlah Obsessive Corbuzier's Diet (OCD) cara diet alternatif yang diciptakan mentalis deddy Corbuzier. OCD adalah kelainan psikologis, kelainan tersebut berupa pikiran obsesif dan perilaku yang bersifat kompulsif. Kelainan psikis OCD ini biasanya ditandai dengan ketakutan tidak masuk akal (obsesi) sehingga penderita mempunyai perilaku yang repetitif. Misalnya ketika seorang akan meninggalkan rumah dia harus memeriksa keadaan rumah seperti jendela, saklar lampu, atau hal lain lebih dari tiga kali.Tidak ada angka pasti, berapa banyak penderita kelainan psikis OCD ini. Karena keengganan masyarakat dan menggangap ini adalah hal yang biasa. Atau mungkin kurangnya informasi tentang kelainan ini. Padahal perlu kita tahu bahwa ini adalah kasus jangka panjang, seperti halnya penyakit diabetes atau hipertensi.
Bagaimana mendeteksi gejala yang muncul
Gejala kelainan psikis OCD yang ditimbulkan berbeda untuk setiap orang. Ada yang ringan ada juga pada tahap akut. Dikatakan ringan jika penderita hanya membutuhkan kurang lebih satu atau dua jam saja untuk berkutat dengan pikiran obsesif dan perilaku kompulsifnya.Jika penderita ada pada tahap akut, ini yang sangat membahayakan karena perilaku tersebut bahkan bisa mengendalikan hidupnya. Jika tidak segera mendapatkan perawatan, kecenderungan depresi akan semakin sulit ditangani. Dalam tingkat depresi yang lebih parah, kasus ini dapat memicu dorongan untuk bunuh diri.
Mereka, para penderita kelainan psikis OCD cendereng berada dalam pola pikir yang mereka buat sendiri. Pola pikir inilah yang menyebabkan mereka bergerak dan berperilaku hanya sebatas apa yanga ada dalam pola tersebut. Dalam kondisi ini, ada empat tahap yaitu obsesi, kecemasan, kompulsif, dan kemudian kelegaan sementara.
Baca Juga : Fakta Manfaat Ketumbar yang Belum Orang Ketahui
Pada tahap obsesi pikiran penderita sudah dikuasai oleh ketakutan dan kecemasan yang mendalam. Kemudian obsesi dan kecemasan inilah yang mendorong aksi kompulsif si penderita dan melakukan sesuatu agar perasaan cemas dan tertekan dapat bekurang. Namun, perilaku kompulsif ini hanya bersifat sementara. Penderita akan merasa lega hanya untuk beberapa saat saja.
Nyatanya rasa cemas akan muncul kembali dan mengulangi pola tersebut. Bedakan, antara gejala ocd dengan sifat perfeksionis, karena dua hal ini sangat berbeda jauh. Jika anda adalah tipe orang yang sangat menjaga kebersihan bukan berarti Anda adalah penderita kelainan psikis OCD.
Faktor penyebab obsessive compulsive disorder
Banyak penelitian tentang kelainan psikis OCD ini. Namun belum berhasil diketahui apa yang menjadi penyebab OCD. Analisis menyebutkan adanya sejumlah faktor pemicu yang dapat meningkatkan resiko OCD. Diantaranya adanya faktor genetika dan ketidaknormalan pada otak. Faktor genetika mempunyai peran keterkaitan antara gen tertentu yang mempengarui perkembangan otak, sudah ada bukti yang menunjukkan hal tersebut.
Pada penderita kelainan psikis OCD ditemukan keabnormalan pada otak yang melibatkan serotonin tidak imbang. Penelitian mengungkap bahwa pemetaan otak tidak normal lagi. Serotonin sebagai zat penghantar untuk komunikasi antara otak dan sel-selnya. Inilah yang membuktikan bahwa faktor gen juga penyebab obsessive compulsive disorder
Langkah Pengobatan OCD
Penanganan dan pengobatan yang diberikan dokter tergantung pada sejauh mana dampak yang anda alami. Berikut ada beberapa langkah dalam menangani kelainan psikis OCD secara efektif, yaitu :
Penggunaan obat-obatan,
Penggunaan obat dimaksud untuk mengendalikan gejala yang dialami.Terapi
terapi ini membantu anda mengurangi rasa kecemasan dan dapat mengubah pola pikir, cara berfikir dan perilaku seseorang.Pada dasarnya penyakit ini dapat diatasi selama Anda mau terbuka dan meminta bantuan secara medis. Ingat bahwa kelainan psikis OCD ini harus segera ditangani. Anda harus segera pergi ke dokter jika merasa bahwa Anda penderita OCD.
